waktu demam macam ini teringin pula untuk menikmati aiskrim wall's double dutch . nyum.. nyum...
alhamdulillah, aku jenis manusia yang jarang-jarang sekali demam atau
ditimpa lain-lain penyakit kecuali keracunan makanan<suka sangat
makan benda pelik-pelik> . jadi bila sesekali diuji dengan penyakit
itu terasa juga bebannya. mulalah tubuh badan itu nak mengada-ngada .
tapi, apalah kiranya ujian yang menimpa diri ini jika hendak
dibandingkan dengan ujian kesakitan yang pernah diuji kepada nabi Allah
Ayub.
dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayub, ketika ia berdoa
merayu kepada Tuhannya Dengan berkata: "Sesungguhnya Aku ditimpa
penyakit, sedang Engkaulah sahaja Yang lebih Mengasihani daripada Segala
(yang lain) Yang Mengasihani". (Surah Al-Anbiyaa: 83)
Sering
sahaja apabila kita ditimpa sakit, kita cenderung untuk mencela sakitnya
sedangkan sakit itu kafarah, pencuci dosa kecil dan dosa besar. Ketika
sakit, kita dituntut menjaga adab dan akhlak kepada Allah kerana Allah
yang menurunkan sakit, Allah menguji kita dengan sakit.
err.... astagfirullah al azim, macam ada mengomel-ngomel juga semalam.
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan,
kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya,
melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”.
(HR. Bukhari no. 5641).
sesungguhnya tingkat sabar yang tinggi ialah sabar di awal permulaan musibah
No comments:
Post a Comment