Tuesday, February 25, 2014

demam.ujian.sabar

waktu demam macam ini teringin pula untuk menikmati aiskrim wall's double dutch . nyum.. nyum...

alhamdulillah, aku jenis manusia yang jarang-jarang sekali demam atau ditimpa lain-lain penyakit kecuali keracunan makanan<suka sangat makan benda pelik-pelik> . jadi bila sesekali diuji dengan penyakit itu terasa juga bebannya. mulalah tubuh badan itu nak mengada-ngada .

tapi, apalah kiranya ujian yang menimpa diri ini jika hendak dibandingkan dengan ujian kesakitan yang pernah diuji kepada nabi Allah Ayub.

dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayub, ketika ia berdoa merayu kepada Tuhannya Dengan berkata: "Sesungguhnya Aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja Yang lebih Mengasihani daripada Segala (yang lain) Yang Mengasihani". (Surah Al-Anbiyaa: 83)

Sering sahaja apabila kita ditimpa sakit, kita cenderung untuk mencela sakitnya sedangkan sakit itu kafarah, pencuci dosa kecil dan dosa besar. Ketika sakit, kita dituntut menjaga adab dan akhlak kepada Allah kerana Allah yang menurunkan sakit, Allah menguji kita dengan sakit.

err.... astagfirullah al azim, macam ada mengomel-ngomel juga semalam.

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).

sesungguhnya tingkat sabar yang tinggi ialah sabar di awal permulaan musibah

No comments:

Post a Comment